Breaking News
Showing posts with label TROPHY CABINET. Show all posts
Showing posts with label TROPHY CABINET. Show all posts

Friday, 25 August 2017

FA Women's Super League Spring Series 2017

FA Women's Super League Spring Series 2017
Chelsea Ladies memastikan gelar juara FA Women’s Super League Spring Series usai mengalahkan Birmingham City di markas lawan di laga terakhir musim ini.
Gol Karen Carney dari titik putih di babak pertama membuat the Blues unggul, kemudian Fran Kirby, yang menghasilkan hadiah penalti pada proses terciptanya gol pertama, mencetak gol kedua lewat sebuah sontekan yang mengunci kemenangan timnya sekaligus memastikan selebrasi Emma Hayes beserta skuatnya sebagai juara setelah peluit akhir laga dibunyikan.
Untuk kedua kalinya berturut-turut Hayes membuat lima perubahan di starting XI, dengan menukar tim yang mencukur Liverpool 7-0 sepekan sebelumnya. Ini berarti kedua bek sayap yang diganti pada kemenangan tengah pekan kontra Bristol City, Gemma Davidson dan Crystal Dunn menggantikan Hannah Blendell dan Beth England. Tiga pemain depan juga diganti, di mana Erin Cuthbert, Drew Spence dan Ramona Bachmann dicadangkan sementara Ji So-Yun dan Carney ditempatkan di belakang Kirby. Kiper, bek, dan gelandang tengah tidak diganti.
Laga dimulai di bawah cuaca cerah di Solihull Moors. Kedua tim sama-sama mendapat sepak pojok di awal laga namun kedua tim gagal memanfaatkan peluang meski terlihat bahwa tekanan tinggi Chelsea membuat Birmingham kesulitan.
Millie Bright dengan apik menghentikan ancaman tuan rumah yang berhasil melewatkan bola ke belakang lini pertahanan the Blues lewat bola-bola panjang. Birmingham terus melepas bola-bola panjang ke Ellie Brazil di menit-menit awal, sedangkan Chelsea bermain lebih sabar.
Setelah seperempat jam, Chelsea mulai menikmati penguasaan bola, dan hanya bendera offside hakim garis yang bisa menggagalkan peluang Dunn untuk mengumpan silang dari posisi menjanjikan, usai menerima umpan lambung Deanna Cooper dari sisi kiri.
Setelah itu Dunn kembali berpeluang mengumpan silang dan menciptakan peluang gol. Carney, di tengah, berhasil melewati pemain lawan dan membebaskan Dunn di sisi kiri lapangan. Umpan silangnya bisa dihalau tapi mendarat ke kaki Ji. Sayangnya, tendangan voli pemain Korea Selatan itu kurang akurat.
Setelah itu lahir peluang yang lebih baik. Wasit menghadiahi Chelsea tendangan penalti setelah Kirby dijatuhkan oleh kiper Birmingham Ann-Katrin Berger, saat berusaha menghalau bola yang tengah digiring Kirby. Akibat pelanggaran itu, Berger dikartu kuning.
Tendangan 12 pas sukses dieksekusi Carney, yang dengan tenang menembak ke tengah gawang sementara Berger menjatuhkan diri ke kanan. Gol krusial dalam upaya meraih titel juara.
Beberapa detik kemudian Chelsea dua kali memberi ancaman. Kirby nyaris terbebas dalam sebuah serangan balik berkat gerak berputarnya sementara tandukan Bright, memanfaatkan tendangan bebas berbahaya Carney masih melebar tipis.
Tekanan tinggi Chelsea nyaris mengubah skor menjadi 2-0. Kirby mengintersep bola lalu bertukar umpan dengan Ji untuk melewati pertahanan Birmingham, namun tandukan Davison, memanfaatkan umpan silang apik Dunn, masih belum menemui sasaran. Taktik yang sama nyaris membuahkan gol, kali ini setelah Maren Mjelde memenangi bola di depan lalu mengecoh Berger, yang terlihat tidak siap, dengan lob jarak jauh, namun kiper Birmingham itu akhirnya bisa kembali ke posisinya untuk menghalau bola.
Ketika pertengahan babak pertama terlewati, Chelsea semakin dominan. Kombinasi permainan Carney dan Dunn di sisi kiri lapangan semakin mendekatkan kami pada gol kedua, sementara keberadaan Ji semakin menyulitkan barisan pertahanan Birmingham.
Peluang terbaik dalam mengupayakan gol kedua lahir beberapa detik sebelum jeda. Ji mengirim bola ke Kirby yang berada di kotak penalti, namun kiper lawan berhasil menggagalkan tembakannya dan kemudian berhasil menguasai bola liar.
Chelsea masih mendominasi di babak kedua. Di menit-menit awal, tandukan Mjelde dari sebuah umpan silang Carney seharusnya bisa menjebol gawang lawan jika tidak terdefleksi.
Namun, the Blues tak harus menunggu lebih lama untuk menambah keunggulan. Lewat permainan yang sabar di muka gawang, 13 menit di babak kedua, Davidson menemukan ruang di kanan dan ketika Berger gagal mengantisipasi umpan silang rendahnya dan bola berputar ke tiang jauh, Kirby jadi pemain tercepat yang bereaksi terhadap bola liar dan dengan mudah memasukkan bola ke gawang yang kosong. Satu tangan Chelsea sudah menggenggam trofi.
Birmingham merespon dengan memasukkan striker tambahan, yang menjadi pergantian pemain pertama di laga itu. Hayes menjawabnya dengan mengganti Davison dengan Bachmann, sejajar dengan Ji, di belakang Kirby, dan menggeser posisi Carney ke kanan.
Dalam sebuah pergerakan terbaik di laga itu, usaha Mjelde nyaris membuahkan gol. Upaya cerdik Gilly Flaherty dan Kirby di kotak penalti berakhir dengan sepakan tak sempurna Ji ke jalur pergerakan Mjelde, namun tembakan pemain bernomor punggung 18 itu melambung.
Ketika laga tersisa enam menit lagi, Kirby ditarik keluar dan mendapat tepuk tangan meriah dari seisi stadion. Ia digantikan oleh Spence.
Bachmann nyaris menambah gol di masa perpanjangan waktu. Melewati bek Birmingham dan menyeruak ke kotak penalti dengan giringan apiknya, usahanya masih bisa dihentikan oleh Berger.
Di fase akhir pertandingan, Birmingham berupaya keras untuk mencetak gol, namun barisan pertahanan Chelsea tetap tak bisa ditembus dan jarang terancam. Usai peluit akhir pertandingan dibunyikan, seluruh pendukung the Blues bersuka cita. The Blues resmi menjadi juara Inggris.
Read more ...

FA Women’s Cup 2015

FA Women’s Cup 2015
Di depan 30.000 suporter di stadion nasional, gol Ji So-Yun menjadi pembeda di final ini, setelah sebelumnya ia juga mencetak gol di semi final ke gawang Manchester City.

KABAR TIM

Emma Hayes tetap dipertahankan di tim sementara Katie Chapman bergabung dengan Drew Spence dan Millie Bright di lapangan tengah. Hedvig Lindahl menjaga gawang dan dilapisi oleh Hannah Blundell, Niamh Fahey, Gilly Flaherty dan Claire Rafferty.
Ji, satu-satunya pencetak gol di semi final, memimpin barisan depan dan didukung oleh Gemma Davison dan Eni Aluko.

BABAK PERTAMA

Notts County memulai laga dengan baik namun peluang dari kedua tim tidak banyak tercipta hingga 20 menit pertama. The Blues meminta penalti setelah sundulan Aluko, yang menyambut tendagan bebas Ji, mengenai tangan pemain lawan, namun wasit Amy Fearn tidak memberikan penalti.
Chelsea terus memberikan ancaman dengan Fahey yang nyaris mencetak gol dan tendangan bebas Ji juga nyaris membuahkan gol namun sedikit terlalu tinggi. Aluko yang bergerak di sayap kiri mengirim umpan ke tengah untuk Ji, namun berhasil dipotong lawan.
Kecepatan Aluko lagi-lagi menciptakan banyak masalah bagi barisan pertahanan the Magpies. Ia berlari menyambut umpan dari Davison (gambar di atas) dan menendangnya melewati Carly Telford namun tendangannya ke gawang yang kosong masih melebar.
Pemain 28 tahun itu terus menjadi pembeda di laga itu, namun tendangannya masih bisa dihalau Telford. Kemudian tembakan Davison masih sedikit melebar dari gawang. Setelah itu Aluko merayakan usahanya dalam terciptanya gol pertama.
Ia berhasil melewati dua bek lawan di kiri lapangan, maju ke kotak penalti dan memberikan bola ke Ji. Pemain asal Korea Selatan itu kemudian memberikan sentuhan pertama dan berhasil menggetarkan gawang lawan sekaligus mencetak gol ketiganya di kompetisi itu (gambar di bawah).
Gol itu merupakan serangan terakhir di babak pertama.

BABAK KEDUA

Aluko memiliki peluang bagus di menit pertama babak kedua, namun ia gagal memanfaatkan umpan Davison. Peluang County muncul beberapa kali dan nyaris menyamakan kedudukan. Tendangan Desiree Scott masih bisa dihalau oleh sundulan Flaherty, kemudian tandukan Davison Leanne Chrichton masih melebar meski Lindahl sudah tidak bisa berbuat apa-apa.
Telford dipaksa menjatuhkan diri untuk menghentikan tendangan drive rendah Aluko (gambar di bawah). Kemudian mantan kiper Chelsea itu menghentikan usaha Ji dengan badannya.
Flaherty, lima kali juara FA Women’s Cup masuk dan nyaris membut kedudukan menjadi 2-0 di menit 70. Tendangan sudut dari kanan di arahkan ke area berbahaya oleh Fahey yang lalu diflick oleh Aluko. Lagi-lagi Flaherty tidak mampu menyulitkan Telford.
The Blues terus menjaga daerah mereka dari serangan Notts County dan berhasil meraih trofi pertama mereka di sepanjang sejarah. Mari kita merayakannya!
Read more ...

FA Women's Super League 2015

FA Women's Super League 2015
Kemenangan 4-0 dari Sunderland memastikan Chelsea Ladies sebagai juara FA Women’s Super League untuk pertama kalinya dalam sejarah klub sekaligus menyelesaikan musim ini dengan gelar dobel ditambah dengan FA Cup.
Pasukan Emma Hayers sangat konsisten di sepanjang musim dan telah mencatatkan rekor hebat – kemenangan tandang di Arsenal dan Liverpool – dan tetap tenang di minggu-minggu terakhir musim ini.
The Blues mengawali musim ini dengan brilian, meraih 13 poin dari lima laga pertama dan hanya kebobolan satu gol.
Eniola Aluko, yang mencetak gol kemenangan di kandang saat melawan Liverpool, mencetak gol tandang di Manchester City untuk memastikan rekor tak terkalahkan di puncak klasemen saat memasuki jeda musim panas.
Setelah musim kembali bergulir, mereka harus mengalami kekalahan pertama di kandang Sunderland. Setelah itu diikuti dengan hasil yang sama di kandang Manchester City.
Akhirnya kami segera kembali ke jalur kemenangan dengan mengalahkan Birmingham 4-0. Gemma Davidson, yang bermain apik di musim pertamanya di klub, mencatatkan namanya di papan skor saat menang 2-0 di Arsenal.
Gol-gol dari Claire Farrerty dan Gilly Flaherty memastikan kemenangan krusial 2-1 di Notts County dan mempertahankan posisi di puncak klasemen dengan sisa dua laga.
Di atas kertas, lawatan ke juara bertahan Liverpool sepertinya akan menjadi laga yang sangat sulit, namun berkat permainan kolektif brilian, mereka menang 4-0 dan membawa mereka selangkah lebih dekat ke gelar juara.
Sunderland, tim yang membuat kita kalah pertama kali di musim ini, berkunjung ke Staines Town untuk menjalani laga terakhir. Di depan lebih dari 2000 pendukung tuan rumah, Ji So-Yun mencetak gol pertama. Fran Kirby menambah dua gol dan Davison satu gol lagi dan berhasil mengamankan gelar juara.
Mereka sangat layak meraih hasil itu dan kami mengakhiri musim ini dengan unggul dua poin dari tim peringkat dua, Manchester City.
Setelah mengangkat FA Cup pada Juli, musim ini tentu akan menjadi musim yang akan dikenang di sepanjang sejarah.
Read more ...

Thursday, 24 August 2017

FA Youth Cup 2017

FA Youth Cup 2017
Tim Under-18 kami sukses meraih mahkota juara FA Youth Cup untuk keempat kalinya berturut-turut usai mengalahkan Manchester City 5-1 di Stamford Bridge sore ini (Rabu waktu setempat).
Akademi Chelsea mendominasi raihan trofi di kompetisi ini dengan meraih lima trofi dalam enam tahun, sementara di tiga final terakhir selalu menyingkirkan Manchester City. Kemenangan ini dimulai lewat sundulan Trevoh Chalobah di menit ketujuh. Ike Ugbo menjadikan skor 2-0 dengan penyelesaian akrobatik namun kemudian tim tamu berhasil memperkecil ketertinggalan lewat Lukas Nmecha di awal babak kedua.
Gol-gol dari Callum Hudson-Odoi, Dujon Sterling, dan Cole Dasilva sukses mengunci kemenangan kami yang diraih lewat penampilan mengagumkan di panggung besar, yang selanjutnya akan mengejar Treble piala domestik.
Manajer Jody Morris hanya melakukan satu pergantian pemain dari skuat yang berlaga di leg pertama, yaitu penjaga gawang Jamie Cumming.
Sementara, City memainkan skuat yang sama dengan yang bermain imbang 1-1 di Manchester namun tuan rumah sudah terbiasa berlaga di panggung besar. Hudson-Odoi, pemain yang masih sekolah ini sangat influensial di liga dan cup dalam beberapa pekan terakhir, memulai serangan timnya ketika sapuannya ke kanan menemui Sterling. Bek sayap itu kemudian menggiring bola ke kotak penalti namun tembakan kaki kirinya masih bisa ditepis Arijanet Muric. Kiper tim tamu itu kemudian kembali melakukan penyelamatan, kali ini dari tembakan Jacob Maddox yang menerima umpan pendek dari sepak pojok the Blues.
Baru dari sepak pojok berikutnya, pasukan Jodi Morris menciptakan gol pertama. Mason Mount mengirim bola dari kanan dan ditanduk Chalobah yang melompat tinggi. Bola masuk ke sudut atas gawang.
Muric terus sibuk mengamankan gawangnya, berikutnya dari tembakan melengkung Mount – yang berhasil melewati beberapa bek lawan – dari depan kotak penalti. Pemain muda asal Swiss itu kemudian berlari untuk mencuri bola dari Ugbo, striker yang dibebaskan lewat sebuah umpan cantik Reece James di sisi kanan.
City mulai panas dan lebih banyak menguasai bola namun tuan rumah tetap lebih berbahaya. Dribel Hudson-Odoi sempat membuat bek-bek lawan kelimpungan seperempat jam pertama, namun sayang, saat menggiring bola ke arah gawang dari tengah lapangan, usahanya bisa dihentikan lawan.
Tak lama kemudian the Blues unggul 2-0, atau agregat 3-1, ketika Sterling berhasil memanfaatkan kecepatan dan kekuatannya untuk melewati Tyreke Wilson di touchline kanan lalu melepas umpan silang ke Ugbo. Meski umpan itu jatuh sedikit di belakang Ugbo, si striker itu berimprovisasi dan berhasil menggetarkan jala Muric dengan tendangan akrobat sambil membelakangi gawang. Sebuah penyelesaian manis dari pemain depan yang sedang panas-panasnya itu. Itu adalah gol keenamnya dari empat laga terakhir, atau ke-10nya di sepanjang kompetisi ini.
Tim tamu selalu kalah di stadion ini selama dua musim terakhir dan defisit dua gol itu sepertinya menipiskan harapan mereka untuk bisa menghentikan catatan itu. Muric berhasil mendahului Ugbo di udara ketika Morris terus mendorong para pemain mudanya untuk tidak mengendurkan serangan jelang turun minum – ketika Man City mulai memberikan ancaman.
Mereka melepas tembakan ke arah gawang pertama mereka sesaat sebelum rehat namun Cumming mampu menghentikan tembakan melengkung Nmecha dan mengamankan wilayahnya. Marc Guehi kemudian berhasil menggagalkan striker lawan itu di kotak penalti. Jelang turun minum itu City memberi peringatan bahwa perlawanan mereka belum selesai.
Babak kedua diawal dengan kejutan dan gol dari kedua tim. Phil Foden, pencetak gol di leg pertama, mampu mencari ruang namun tembakannya masih melebar. Kemudian Muric bisa menghalau tembakan Hudson-Odoi, yang mendapat bola berkat kesalahan umpan pemain lawan, yang berada terlalu dekat dengan kiper City itu saat menembak.
Pemilik klub, direktur serta manajer Antonio Conte menonton dari tribun. John Terry dan Frank Lampard juga menonton pertandingan tersebut.
Ketika the Blues lengah, City mendapat kesempatan untuk melakukan serangan balik. Nmecha mendekati gawang dari sisi kiri lapangan lalu menembak, namun masih melebar di samping tiang dekat. Lewat peluang yang diperolehnya kemudian, Nmecha berhasil menyamai koleksi gol Ugbo, 10 gol, sekaligus memperkecil ketertinggalan City di menit 52. Smith mengangkat bola ke depan lalu bola dikontrol di striker dengan dadanya sebelum kemudian dilesakkan ke gawang.
Setelah mendapat jawaban serius pertama di malam itu, sang juara bertahan meresponsnya dengan meyakinkan dan membuktikan mengapa mereka sangat dominan di kompetisi ini selama beberapa tahun terakhir. Keunggulan dua gol dikembalikan delapan menit kemudian dan Hudson-Odoi menjadi pemain yang merayakan gol. Menerima bola di antara lini tengah dan pertahanan City, di area di mana ia terus menciptakan ancaman bagi lawan di malam itu, ia berhasil melewati seorang bek lawan sebelum kemudian menggetarkan gawang lawan dan mencetak gol ketiganya di Youth Cup musim ini.
Jika gol itu masih belum mengubah jalannya pertandingan, gol Sterling tak lama kemudian akan menentukan. Pemain 18 tahun itu merebut bola di touchline kanan lalu menggiring bola ke depan, tak terkawal, lalu menyepak bola ke tiang dekat. Gol itu disambut dengan selebrasi meriah dari pemilik klub serta manajer tim utama yang menonton dari tribun.
Pasukan Morris tinggal berjarak 25 menit dari penganugerahan trofi di tribun SW6. Cumming kemudian berhasil menggagalkan usaha Foden, sementara tembakan Hudson-Odoi, yang memanfaatkan umpan Mount, nyaris berujung pada gol keduanya. Tembakan Ugbo tak lama kemudian masih melayang tipis di atas mistar gawang. Pemain pengganti Dasilva menggenapi kemenangan dengan mensontek bola rebound hasil sepakan George McEachran yang ditepis kiper lawan.
Pemain-muda bertalenta dari Akademi kami kembali menyuguhkan permainan bintang lima dan kembali menjadi yang terbaik di Inggris tahun ini.
Read more ...

FA Youth Cup 2016

FA Youth Cup 2016
Tiga gelar juara FA Youth Cup berturut-turut atau gelar kelima dalam tujuh tahun. Kesuksesan Akademi Chelsea di kompetisi ini terus berlanjut, ditambah dua trofi UEFA Youth League dari dua musim terakhir.
Di malam di mana hujan badai muncul di langit Stamford Bridge, tim Under-18 kita dengan penuh percaya diri berhasil memupuskan asa Manchester City untuk membalas kekalahan mereka di ajang Youth Cup musim lalu.
Dujon Sterling, yang masih pelajar, mencetak gol pembuka Chelsea tepat sebelum turun minum lalu Tammy Abraham mencetak gol ke-26nya musim ini di semua kompetisi dan menambah keunggulan kita tak lama kemudian.
Fikayo Tomori kembali mencetak gol penting untuk membuat tim unggul 3-0. City sendiri hanya bisa mencetak gol hiburan di penghujung laga.
Satu-satunya perubahan dari susunan pemain Joe Edwards yang bermain imbang 1-1 di leg pertama adalah kembali bermainnya topskor, Tammy Abraham , yang hingga ke final telah mengoleksi enam gol namun tak bisa bertanding pada Jumat lalu karena cedera.
Jumat lalu, Chelsea mengawali pertandingan dengan baik di Stadion tim Akademi City dan seperti yang terjadi di Stamford Bridge tadi, Chelsea mendapat dua tendangan bebas cepat, yang keduanya diambil oleh Mason Mount namun tak ada yang membahayakan gawang lawan yang dijaga Daniel Grimshaw.
Permainan terbuka the Blues muda mulai terlihat menjanjikan di menit 10. Serangan dilakukan dari sayap lewat Jay Dasilva dan Isaac Christie-Davies tapi belum menghasilkan gol.
Chelsea banyak bermain dari sayap kiri dan di menit 19, di kaki cepat Sterling berhasil melewati lini pertahanan City di kanan dan memberikan peringatan bahwa tim mulai melancarkan serangan-serangan berbahaya mereka. Sebuah umpan lambung nyaris saja bisa membongkar pertahanan City dan kaki panjang Abraham berhasil menyentuh bola namun bola masih bergulir melebar. Serangan itu kemudian menjadi sebuah pertanda positif.
Manajer tim tamu, Jason Wilcox, harus mengganti Joel Latibeaudiere akibat dislokasi tulang bahu. Marcus Wood masuk. Tak lama setelah pergantian pemain itu, City memberikan ancaman pertamanya namun Dasilva berhasil melakukan tekel penting untuk memblok bola di depan gawang.
Mukhtar Ali menjadi pemain pertama yang mendapat kartu kuning – akibat tekelnya mengenai pergelangan kaki atas lawan – ketika babak pertama hampir habis. Setelah itu, City yang terlihat solid, membuat tim tuan rumah kesulitan dengan terus menutup ruang di lini tengah.
Di menit 41, the Blues berhasil menusuk ke pertahanan lawan lewat umpan Abraham ke Mount yang mendapat ruang, namun meski tendangan pemain no. 10 itu berhasil mengalahkan kiper lawan, arahnya masih jauh darigawang. Dasilva dan Mukhtar Ali terus memberikan tekanan dengan pengaturan permainan yang baik. Tak lama kemudian Mount kembali menembak dan kembali melebar.
Lima menit sebelum turun minum melahirkan momen terbaik untuk Chelsea, dan menghasilkan gol di penghujung perpanjangan waktu. Sterling berhasil mendorong bola ke gawang yang kosong, namun gol itu diawali dengan pergerakan yang menawan. Mukhtar Ali, yang berada di wilayah pertahanan Chelsea, mengirim bola ke arah Sterling yang berhasil melewati lawan. Si pemain cepat itu kemudian berlari memperebutkan bola dengan kiper lawan dan lebih cepat.
Kedua tim mendapat ancaman di awal babak kedua ketika tembakan Abraham bisa ditekel lawan, sedangkan City yang menguasai bola di menit 51 berhasil menjebol gawang Chelsea lewat Aaron Nemane namun offside.
Tiga menit kemudian City gagal menghalau tandukan Abraham yang membuat kedudukan menjadi 2-0. Gol ini berasal dariumpan Christie-Davies.
Tembakan Jay Dasilva kemudian masih bisa ditepis Grimshaw ketika pasukan Edward berusaha mengulangi margin kemenangan tahun lalu, dan mereka berhasil melakukannya lewat sebuah skema serangan berikutnya. Bek Tomori menambah koleksi gol final UEFA Youth League yang dicetaknya dengan sebuah gol sundulan yang memanfaatkan umpan sempurna Mount.
City berhasil mencetak gol lima di lima menit terakhir lewat usaha individu Brahim Diaz, namun skor tetap bertahan hingga laga berakhir.
Selain pencapaian hebat atas kemenangan ini, tim juga meraih prestasi hebat, yaitu kapten Jake Clarke-Salter dan full-back Jay Dasilva yang sudah tiga kali menjuarai FA Youth Cup. Mereka berhasil menyamai rekor yang dipegang Wilf McGuiness, Bobby Charlton, Duncan Edwards, Tony Hawksworth dan Eddie Colman dari Manchester United yang terkenal dengan sebutan Busby Babes pada 1950an.
Hanya Man United yang lebih banyak menjuarai kompetisi ini (10 kali). Chelsea kini naik ke peringkat kedua bersama Arsenal dengan tujuh gelar juara Youth Cup.
Read more ...

UEFA Youth League 2016

UEFA Youth League 2016
Tim Chelsea Under-19 berhasil mempertahankan gelar UEFA Youth League dengan penampilan yang berdeterminasi dan profesional di Swiss.
Fikayo Tomori memberikan keunggulan di menit 10 sebelum Bradley Collins, kiper kita, menggagalkan tendangan penalti Jean-Kevin Augustin tak lama kemudian. Yakou Meite berhasil mencetak gol penyeimbang bagi PSG namun gol balasan cepat dari Kasey Palmer kembali membuat the Blues unggul dan akhirnya skor bertahan hingga akhir laga. The Blues kembali meraih gelar juara di kompetisi Eropa yang prestisius ini.
Adi Viveash tidak melakukan perubahan dari tim yang bermain di semifinal saat mengalahkan Anderlecht. Francois Rodrigues merupakan satu-satunya perubahan yang dilakukan oleh tim asal Paris yang mengalahkan Real Madrid 3-1 di semifinal. Lorenzo Callegari tak bisa bermain lantaran cedera yang dideritanya saat melawan Madrid dan digantikan oleh Bernede.
Chelsea maju ke final dengan catatan 14 laga tak terkalahkan di kompetisi ini, catatan yang sama ketika mengangkat trofi musim lalu, dan sudah menciptakan peluang di 10 menit pertama.
Jacob Maddox dan Mukhtar Ali melakukan kerjasama di sayap kanan lalu memberikan bola ke Tammy Abraham namun usahanya digagalkan oleh tekel lawan sebelum kiper PSG, Remy Descamps, melakukan penyelamatan apik untuk menepis bola tendangan drive Kasey Palmer yang mengarah ke sudut atas gawang untuk mencetak gol kelimanya.
The Blues, yang mengenakan kaus putih di laga ini, mendapat gol di menit 10. Tendangan sudut Palmer di sisi kanan disambut oleh Jake Clarke-Salter dan meski sundulannya masih bisa diblok, partnernya di jantung pertahanan mengambil bola dan memanfaatkannya untuk membobol gawang lawan.
Gol pembuka Tomori di menit 10
PSG langsung merespon dan mencapat peluang bagus untuk menyamakan kedudukan dua menit kemudian ketika Tomori yang melanggar Christopher Nkunku, yang lolos di sisi kiri lapangan, membuat lawan mendapat hadiah penalti. Jean-Kevin Augustin, striker 18 tahun asal Perancis yang sudah mengemas lima gol di Youth League sejauh ini, mengeksekusi penalti dari titik 12 pas, namun tendangannya masih bisa dibaca oleh Collins yang menjatuhkan diri ke kiri.
Collins berhasil menangkap bola tendangan penalti Augustin
Pasukan Viveash kembali terselamatkan dari kebobolan ketika sundulan Yakou Meite yang memanfaatkan tendangan bebas dari sisi kiri masih melebar tipis. Palmer membuktikan menjadi momok bagi tim asal Perancis itu ketika berhasil memberi umpan terobosan ke Maddox namun bola masih bisa dihalau lawan.
Meite kemudian berhasil masuk ke wilayah berbahaya lalu memberikan bola ke Odsonne Edouard namun Ola Aina bertahan dengan cerdas dengan menyodorkan tubuhnya dan mendapat pelanggaran. Setelah menit 30, kita mendapat hadiah penalti ketika Maddox dijatuhkan di kotak penalti dengan pelanggaran yang tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan oleh Tomori. Namun, wasit asal Jerman berubah pikiran dan tidak memberikan penalti.
Clarke-Salter menusuk ke sudut kiri namun kali ini usahanya gagal. Meski PSG lebih banyak menguasai bola, mereka tak mampu menguji Collins lagi hingga menit-menit akhir babak pertama. Antoine Bernede dan Alec Georgen bekerjasama namun kiper kita melakukan penyelamatan gemilang untuk menggagalkan usaha pemain yang disebut terakhir dari tiang dekat.
Charlie Colkett dan Ola Aina membawa pengalaman mereka bermain di final piala ke laga ini
Di langit Swiss yang semakin mendung, laga kedua diawali dengan seru ketika Tomori melakukan penyelamatan gemilang untuk menghalau umpan silang lawan, kemudian Yohann Demoncy menembak bola liar namun masih melambung. Abraham kemudian mendapat peluang untuk menggandakan keunggulan kita, dengan menerima umpan di depan namun penempatan bolanya masih terlalu tinggi dan gagal merepotkan Descamps.
PSG berada di atas angin ketika tembakan Augustin melebar tipis dan Abraham melakukan blok gemilang atas tendangan bebas lawan. Namun gol penyeimbang datang tepat sebelum satu jam ketika Meite yang menusuk dari sayap kanan melepas tembakan ke tiang jauh yang tak mampu dihentikan Collins.
Sang juara memberikan reaksi positif dan pasukan Viveash hanya membutuhkan waktu tiga menit untuk kembali unggul. Ali mengirim umpan terukur ke Palmer yang sedang berlari dan gelandang itu kemudian melepaskan tembakan yang sukses melewati Descamps yang sedang mengejar bola ke depan. Ini adalah gol kelimanya dari tujuh laga Youth League atau ke-16nya musim ini.
Gol dari Kasey Palmer sudah cukup untuk membuat timnya mengangkat trofi di Swiss
Gol itu sepertinya memukul PSG yang mengawali babak kedua dengan baik. Tembakan drive Ali dari jarak 30 yard masih melebar ketika laga memasuki seperempat jam terakhir namun tim dari ibukota Perancis itu kesulitan menciptakan gol penyeimbang.
Usaha pemain pengganti Nanitamo Ikone mengenai pemain kita dan bola sedikit melebar dair gawang. Collins kemudian menggagalkan usaha Meite dalam sebuah serangan balik. Sterling kemudian datang di saat yang tepat di kotak enam yardnya untuk menghalau bola scramble di muka gawang hasil sepak pojok lawan.
PSG terus mendapat peluang namun the Blues muda tetap bertahan dengan apik. Tembakan Meite kembali terpantul dan melebar tipis. Lalu Nkunku menyia-nyiakan peluang bagus dari umpan Meite. Collins kemudian menggagalkan usaha pemain pengganti Aka Wilfride Kanga di masa perpanjangan waktu dan sang juara bertahan berhasil menyabet gelar juara kompetisi junior top Eropa itu.
Read more ...

FA Youth Cup 2015

FA Youth Cup 2015
Tim Chelsea U18 berhasil menjuarai FA Youth setelah menang agregat 5-2 atas Manchester City di final.
Di leg pertama, tim muda the Blues bermain apik di stadion akademi City yang baru, dan menang 3-1 di North-West. Ketika kembali ke Stamford Bridge seminggu kemudian, mereka berhasil menuntaskan tugas mereka dan menang 2-1 setelah sempat tertinggal lebih dahulu. Dengan demikian, mereka telah meraih empat trofi FA Youth Cup dalam enam tahun. Kali ini di bawah manajer Joe Edwards yang masih berada di musim pertamanya.
Perjalanan mereka ke final dimulai di Elland Road. Sebuah penalti dari Izzy Brown dan satu gol di menit terakhir dari Dominic Solanke sudah cukup untuk memupus harapan Leeds yang sebelum turun minum harus kehilangan kiper mereka Bradley Collins akibat menerima kartu merah.
Huddersfield (6-1) dan Swansea (6-0) dihancurkan di babak keempat dan kelima. Solanke dan Tammy Abraham mencetak lima gol di dua laga itu, sebuah prestasi yang kemudian dilanjutkan di sepanjang kompetisi Youth Cup 2015 itu.
Untuk kedua kalinya dalam dua musim berturut-turut, the Blues mengalahkan Newcastle di St. James’ Park di perempat final. Sebuah gol dari Brown, Solanke, dan Abraham di babak tambahan memastikan kemenangan 3-0 kita.
Di semi final, Spurs sudah menunggu. Di leg pertama, mereka unggul 2-0 di White Hart Lane, begitupula saat di leg kedua di Stamford Bridge, mereka unggul cepat.  Namun tim muda Chelsea menunjukkan karakter dan kualitas mereka yang luar biasa dengan mencetak lima gol dalam waktu 31 menit.
Tottenham berhasil mencetak satu gol lagi namun the Blues-lah yang melaju ke babak final, final ke lima mereka dalam enam tahun terakhir setelah unggul 5-4 secara agregat. Solanke mencetak dua gol, Brown dan Charlie Colkett masing-masing mencetak satu assist.
Di leg pertama di final di Manchester, Tammy Abraham mencetak dua gol sebelum turun minum, sementara City mampu mencetak gol penyeimbang. Gol pembukanya sangat spesial, yang diawali dari menggiring bola dari sudut sempit.
Pertahanan Chelsea yang kuat berperan penting setelah tim tuan rumah mencetak gol penyeimbang kedua, salah satunya berkat permainan Jake Clarke-Salter. Kita terus menyerang dan akhirnya, lewat sebuah usaha bagus dari Charly Musonda di lapangan tengah, Solanke meneruskan kran golnya dengan penyelesaian yang matang. Ini gol ke-10nya di turnamen ini, sementara di turnamen 2014, ia mencetak delapan gol.
Ada lebih dari 10.000 penonton yang memenuhi Stamford Bridge dengan harapan untuk menonton tim U18 mereka mengangkat trofi FA Youth Cup lagi, dan mereka tidak pulang dengan kecewa.
Namun City-lah yang mencetak gol lebih dulu lewat Kelechi Iheanacho di menit ketujuh. Namun keunggulan kita kembali unggul setelah mencetak dua gol ketika sundulan Izzy Brown berhasil membobol gawang lawan.
Kedua tim banyak menciptakan peluang namun laga sudah selesai semenit jelang babak kedua ketika Abraham menyelesaikan umpan Solanke. Ini merupakan gol kesembilannya di FA Youth Cup dan ke 39-nya di musim pertama Abraham sebagai pesepakbola profesional.
Tidak ada gol lagi yang tercipta dan the Blues menyudahi laga itu dengan skor agregat 5-2 dan mempertahankan prestasi mereka di kompetisi tim muda paling bergengsi di Inggris.
Read more ...

UEFA Youth League 2015

UEFA Youth League 2015
Tim U19 berhasil menjadi juara Eropa di kelompok usia mereka saat memenangi UEFA Youth League di Swiss.
Di sepanjang April di Nyon, pasukan Adi Viveash menghancurkan Roma dengan skor 4-0 di semi final dan kemudian mengalahkan Shakhtar Donetsk dengan tiga gol berbanding dua di final.
Para pemain muda kita berhasil mencapai empat besar setelah memenangi lima dari enam laga grup – dengan gaya – sebelum mengalahkan Zenit St. Petersburg kemudian Atletico Madrid dalam fase gugur.
Dalam fase grup yang dihuni oleh tim-tim yang mirip dengan fase grup tim utama Chelsea, kompetisi dimulai dari kandang Schalke pada pertengahan September, lagi-lagi dengan gaya. Tim yang pernah mengalahkan kita di perempat final musim sebelumnya berhasil kita kalahkan dengan skor 4-1 di Cobham, dengan dua gol dari kapten Izzy Brown dan masing-masing satu gol dari Dominic Solanke dan Ola Aina.
Keran gol kembali mengalir di laga selanjutnya, ketika Sporting Lisbon kita remukkan 5-0 di ibukota Portugal, lalu menang di kandang (2-0) dan tandang (7-0) ketika melawan Maribor.
Kekalahan dari Schalke di Jerman membuat the Blues harus memenangi laga terakhir mereka, di kandang Sporting, untuk memastikan tempat di 16 besar. Dan Chelsea berhasil menyarangkan enam gol ke gawang tim tamu, lewat hattrik Solanke dan sepasang gol Jeremie Boga. Kita berhasil membalas kekalahan empat gol di fase grup.
Zenit unggul lebih dulu di Aldershot di babak gugur, namun the Blues menjawabnya dengan mengagumkan, dengan tekad kuat yang telah menjadi ciri khas tim Akademi kita.
Kemudian Solanke berhasil menyamakan kedudukan dan setelah turun minum gelandang Kasey Palmer dan Charlie Colkett memastikan kemenangan kita dari tim asal Rusia itu.
Atletico memberikan tantangan selanjutnya di Cobham di babak delapan besar setelah mengalahkan Arsenal di babak sebelummya. Sebuah gol di menit akhir di masing-masing babak – dari Brown dan Solanke – memastikan kemenangan 2-0 kita. Penampilan mereka di semi final di tempat netral di Swiss lebih hebat lagi.
Roma menunjukkan kebolehan mereka dengan mengalahkan Manchester City di ibukota Italia di perempat final, namun pasukan Viveash menghancurkan mereka setelah menguasai jalannya babak kedua. Setelah bermain tanpa gol di babak pertama, the Blues tiga kali merobek gawang lawan dalam waktu sembilan menit – lewat usaha Colkett dan Solanke (dua gol) – setelah turun minum. Tammy Abraham sukses mengonversi peluang dari jarak dekat dan mencetak gol di akhir laga.
Tujuh puluh dua jam kemudian, kita kembali beraksi di markas besar UEFA untuk dianugerahi mahkota juara UEFA Youth League yang kedua.
The Blues berhasil unggul lebih dulu lewat gol jarak dekat Brown, meski Shakhtar berhasil menyamakan kedudukan setengah jam kemudian setelah Andreas Christensen membelokkan umpan silang Denys Arendaruk ke gawangnya sendiri.
Chelsea mempercepat tempo permainan di awal babak kedua dan sukses merobek gawang lawan dua kali dalam waktu 10 menit pertama. Top skor turnamen itu, Dominic Solanke, berhasil memanfaatkan umpan silang Jeremie Boga (gol ke 12-nya di turnamen itu), sebelum kapten Brown mencetak gol keduanya atau gol ketiga kita lewat penyelesaian super dengan kaki kiri dari jarak 20 yard.
Di 30 menit akhir kedua tim saling bertukar serangan, dan meski Shakhtar berhasil mencetak gol di waktu tambahan, Viveash dan pasukannya layak mendapatkan trofi kemenangan ini.UEFA Youth League: 2015
Tim U19 berhasil menjadi juara Eropa di kelompok usia mereka saat memenangi UEFA Youth League di Swiss.
Di sepanjang April di Nyon, pasukan Adi Viveash menghancurkan Roma dengan skor 4-0 di semi final dan kemudian mengalahkan Shakhtar Donetsk dengan tiga gol berbanding dua di final.
Para pemain muda kita berhasil mencapai empat besar setelah memenangi lima dari enam laga grup – dengan gaya – sebelum mengalahkan Zenit St. Petersburg kemudian Atletico Madrid dalam fase gugur.
Dalam fase grup yang dihuni oleh tim-tim yang mirip dengan fase grup tim utama Chelsea, kompetisi dimulai dari kandang Schalke pada pertengahan September, lagi-lagi dengan gaya. Tim yang pernah mengalahkan kita di perempat final musim sebelumnya berhasil kita kalahkan dengan skor 4-1 di Cobham, dengan dua gol dari kapten Izzy Brown dan masing-masing satu gol dari Dominic Solanke dan Ola Aina.
Keran gol kembali mengalir di laga selanjutnya, ketika Sporting Lisbon kita remukkan 5-0 di ibukota Portugal, lalu menang di kandang (2-0) dan tandang (7-0) ketika melawan Maribor.
Kekalahan dari Schalke di Jerman membuat the Blues harus memenangi laga terakhir mereka, di kandang Sporting, untuk memastikan tempat di 16 besar. Dan Chelsea berhasil menyarangkan enam gol ke gawang tim tamu, lewat hattrik Solanke dan sepasang gol Jeremie Boga. Kita berhasil membalas kekalahan empat gol di fase grup.
Zenit unggul lebih dulu di Aldershot di babak gugur, namun the Blues menjawabnya dengan mengagumkan, dengan tekad kuat yang telah menjadi ciri khas tim Akademi kita.
Kemudian Solanke berhasil menyamakan kedudukan dan setelah turun minum gelandang Kasey Palmer dan Charlie Colkett memastikan kemenangan kita dari tim asal Rusia itu.
Atletico memberikan tantangan selanjutnya di Cobham di babak delapan besar setelah mengalahkan Arsenal di babak sebelummya. Sebuah gol di menit akhir di masing-masing babak – dari Brown dan Solanke – memastikan kemenangan 2-0 kita. Penampilan mereka di semi final di tempat netral di Swiss lebih hebat lagi.
Roma menunjukkan kebolehan mereka dengan mengalahkan Manchester City di ibukota Italia di perempat final, namun pasukan Viveash menghancurkan mereka setelah menguasai jalannya babak kedua. Setelah bermain tanpa gol di babak pertama, the Blues tiga kali merobek gawang lawan dalam waktu sembilan menit – lewat usaha Colkett dan Solanke (dua gol) – setelah turun minum. Tammy Abraham sukses mengonversi peluang dari jarak dekat dan mencetak gol di akhir laga.
Tujuh puluh dua jam kemudian, kita kembali beraksi di markas besar UEFA untuk dianugerahi mahkota juara UEFA Youth League yang kedua.
The Blues berhasil unggul lebih dulu lewat gol jarak dekat Brown, meski Shakhtar berhasil menyamakan kedudukan setengah jam kemudian setelah Andreas Christensen membelokkan umpan silang Denys Arendaruk ke gawangnya sendiri.
Chelsea mempercepat tempo permainan di awal babak kedua dan sukses merobek gawang lawan dua kali dalam waktu 10 menit pertama. Top skor turnamen itu, Dominic Solanke, berhasil memanfaatkan umpan silang Jeremie Boga (gol ke 12-nya di turnamen itu), sebelum kapten Brown mencetak gol keduanya atau gol ketiga kita lewat penyelesaian super dengan kaki kiri dari jarak 20 yard.
Di 30 menit akhir kedua tim saling bertukar serangan, dan meski Shakhtar berhasil mencetak gol di waktu tambahan, Viveash dan pasukannya layak mendapatkan trofi kemenangan ini.
Read more ...

FA Youth Cup 2014

FA Youth Cup 2014
Tim U18 kita berhasil membalikkan keadaan secara dramatis di leg pertama di final untuk mengalahkan rival kita, Fulham, sekaligus menyabet FA Youth Cup kelima di sepanjang sejarah kita.
Pasukan Adi Viveash mengalami kegagalan di tahapan yang sama tahun lalu, dengan pemain yang sama, ketika kalah 3-2 dari Craven Cottage. Dengan tidak adanya perhitungan gol tandang, the Blues harus menang dan itulah yang mereka lakukan.
Malam itu diawali dengan mencekam ketika Moussa Dembele membuat tim tamu unggul hanya dalam empat menit, dan membuat agregat menjadi 4-2 untuk keunggulan Fulham. Setelah kedua tim banyak membuat peluang, Charly Musonda yang melakukan umpan satu-dua dengan Dominic Solanke dijatuhkan di kotak penalti.
Dengan dingin, Charlie Colkett mengeksekusi penalti sekaligus menyamakan kedudukan. Kemudian Jordan Houghton membuat kedudukan menjadi 2-1 dua menit kemudian. Namun, Patrick Roberts mengembalikan keunggulan Fulham. Tampaknya laga malam itu akan ditutup dengan skor 3-2 untuk Fulham.
Isak Ssewankambo kemudian mencetak gol untuk Chelsea di babak  kedua. 10 menit terakhir menjadi periode gila, di mana Solanke mencetak dua gol sehingga Chelsea menang agregat 7-6.
Perebutan piala itu diawali dengan mudah, menang 4-0 dari tim non liga, Dartford di babak ketiga, berkat hattrik Solanke. Kita kembali mencetak empat gol kala mengalahkan Aldershot Town lalu menang dari Sheffield Wednesday dengan skor 4-1 dan melaju ke babak kelima. Gol-gol itu datang dari Izzy Brown, Musonda, Colkett dan sekali lagi, Solanke.
Di babak perdelapan final, pasukan Viveash bertemu dengan Cardiff dan menang 2-0 dari tim South Wales itu. Solanke kembali mencetak gol ditambah dengan gol Alex Kiwomya.
Di semi final kita bertemu dengan Newcastle. The Blues muda unggul 2-1 di masa rehat. Gol kemenangan dari Jeremie Boga memastikan langkah kita ke semifinal untuk menghadapi Arsenal.
Kiwomya dan Colkett menghapus keunggulan Arsenal lewat Chuba Akpom di leg pertama lewat dua gol Colkett yang membawa timnya menang 3-1 secara agregat.
Read more ...

FA Youth Cup 2012

FA Youth Cup 2012
Chelsea berhasil mengalahkan Blackburn Rovers 4-1 secara agregat di final FA Youth Cup 2012. Menariknya, semua gol kita terjadi di leg pertama di Stamford Bridge.
Para pemain muda kita berhasil mengangkat trofi ini untuk kali keempat di sepanjang sejarah kita – dua kali dalam tiga tahun – setelah kalah 1-0 di Ewood Park dan memborong empat gol di leg kedua.
Pemain muda Blues yang dikapteni Nathaniel Chalobah terus menguasai permainan namun harus kebobolan meski kiper Jamal Blackman tampil bagus.
Namun setelah Lewis Baker membuat dua gol di babak pertama, tim tamu tidak bisa berbuat apa-apa lagi ketika didominasi oleh Chelsea di babak kedua.
Salah satu pemain individu yang bermain apik di laga itu adalah Islam Feruz yang menambah dua gol setelah jeda. Di leg kedua, sepertinya Blackburn akan mampu mengembalikan keadaan setelah unggul lewat gol bunuh diri. Namun, akhirnya pasukan Adi Viveash-lah yang berhasil menjadi pemenang di laga itu.
Perjalanan kita ke final lebih dramatis lagi, setelah harus membalikkan keadaan ketika melawan Doncaster Rovers di laga pertama di Staines Town. John Swift dan Lucas Piazon memastikan keunggulan 2-1 kita dan terhindar dari kekalahan mengejutkan di babak ketiga.
The Blues muda membutuhkan penalti untuk lolos dari babak keempat dan kelima.
Di Carrow Road, hasil imbang dilanjutkan dengan adu penalti. Blackman berhasil menggagalkan satu tendangan dan satu tendangan pemain Norwich mengenai tiang sehingga kita menang 4-2.
Kemudian kita menjamu West Ham yang dua kali menyamakan kedudukan (gol kita dicetak oleh Baker dan Feruz) sebelum kalah dari gol di masa perpanjangan waktu. Hebatnya, tak lama setelah kick off, Chalobah berhasil menyarangkan bola dan membuat pertandingan dilanjutkan melalui perpanjangan waktu.
Tidak ada gol yang tercipta di babak keenam sehingga laga kembali ditentukan lewat adu penalti. Kali ini Blackman harus menghalau dua tendangan saat sudden death. Todd Kane menjadi penyelamat kita di derbi London ini.
Mungkin Anda mengira bahwa ketegangan di kompetisi ini sudah memuncak, namun ternyata laga di perempat final di Nottingham Forest lebih seru lagi.
Setelah tertinggal 3-0 dari Nottingham Forest di perempat final, pasukan Viveash tidak menyerah dan bisa mencetak gol lewat usaha Piazon dan Feruz (dua gol). Di sisa waktu tiga menit, pemain pengganti Alex Kiwomya berhasil memanfaatkan bola mudah dan memastikan kemenangan kita.
Manchester United pernah menyudahi langkah kita di semi final pada 2011. Di babak empat besar inilah pembalasan dendam dilakukan.
Kemenangan di leg pertama terbukti krusial, menang 2-1 di Old Trafford lewat gol Amin Affane dan Feruz. Gol striker ini berasal dari tembakan dari jarak 25 yard.
Di leg kedua, di Stamford Bridge, Jack Barmby membuat tim tamu unggul lebih dulu, namun Piazon bisa menyamakan kedudukan dan membuat kita menang 3-2 secara agregat.
Ini merupakan musim yang hebat bagi para pemain muda dan staf Akademi kita di kompetisi Youth Cup ini. Para pemain muda beserta staf bisa berpesta kembali.
Read more ...

FA Youth Cup 2010

FA Youth Cup 2010
Chelsea menjuarai FA Youth Cup lagi, sejak terakhir kali pada 1961, setelah tertinggal lebih dulu dan membalikkan keadaan di babak kedua saat menghadapi Aston Villa di Stamford Bridge yang penuh.
Leg pertama di Villa Park selesai dengan hasil 1-1.
Setelah tertinggal dari Aston Villa lewat gol pemain depan mereka Kofi Poyser, gol dari Marko Mitrovic dan tendangan jarak jauh di menit akhir dari kapten Conor Clifford membalikkan keadaan.
Kemenangan ini memastikan gelar juara Piala FA Youth kita yang ketiga, setelah gelar juara pada 1960 dan 1961.
Perjalanan kita ke final diawali di the Valley sebelum Natal, menang 2-1 dari debutan tim utama Jeffrey Bruma and striker Swedia Mitrovic.
Kemenangan hebat 4-0 di babak keempat dan keenam – melawan Nottingham Forest dan Watford – dengan kemenangan 1-0 atas Portsmouth di babak kelima di Stamford Bridge. Clifford mencetak gol kemenangan di laga itu, yang juga mencetak gol di City Ground. Sementara Josh McEachran menjadi salah satu pemain yang mencetak gol di Vicarage Road.
Di semi final kita bertemu dengan Blackburn. Di leg pertama saat menghadapi North-West, laga ditentukan lewat sebuah gol bunuh diri. Di leg kedua, di Stamford Bridge, the Blues bermain apik dan menang 4-0. Jacopo Sala mencetak dua gol sementara Mitrovic dan Gokhan Tore masing-masing satu gol.
Dengan ini berarti the Blues menjejaki final untuk kali kedua dalam tiga tahun, tapi tidak seperti musim 2008, kali ini the Blues pulang dengan membawa trofi.
Jeffrey Bruma mencetak gol penyeimbang lewat tendangan bebas di leg pertama ketika melawan Aston Villa. Sayang, the Blues tidak bisa membawa pulang kemenangan setelah tiga kali tembakan mereka mengenai tiang gawang.
Kemudian Mitrovic dan Clifford berhasil menyegel kemenangan 3-2 kita dari dua leg.
Dengan banyaknya gol dan sedikitnya kebobolan di turnamen ini, tentu gelar juara ini menjadi gelar yang sangat pantas diraih oleh pemain muda kita di zaman modern ini.
Read more ...

FA Youth Cup 1961

FA Youth Cup 1961
Skuat muda Chelsea berhasil menjuarai FA Youth Cup untuk kali kedua berturut-turut, kembali dengan mengesankan, mencetak 39 gol dan kebobolan tiga dari sembilan laga.
Final turnamen ini menggunakan sistem dua leg, seperti yang digunakan saat ini, dan kita berhasil menang dengan agregat 5-3 dari Everton. Di leg pertama di Stamford Bridge, Chelsea menang mudah 4-1 lewat hattrik Bert Murray. Penampilannya saat itu menarik pelatih tim utama, Ted Drake. Saat bermain di tim utama, baik di bawah Drake maupun suksesornya, Tommy Docherty, Murray bermain sebanyak 160 kali. Meski kalah 2-1 di leg kedua di Goodison Park, the Blues tetap menang 5-3 secara agregat.
Skuat itu diperkuat oleh Terry Venables (gambar di atas) dan Ron Harris, yang keduanya sempat menjadi kapten, bintang haus gol baru dari pemain 18 tahun Colin Shaw – yang mencetak 15 gol dari sembilan laga, termasuk tujuh dari kemenangan 9-0 kita atas Fulham dan empat gol saat menang 7-0 dari Oxford United di babak keempat. Ia kemudian dipromosikan ke tim utama namun hanya bermain sekali lalu dua tahun kemudian dijual ke Norwich City dengan harga £5,000.
Selain kemenangan 7-0 atas Ipswich Town di babak pertama, kita juga menang agregat 4-0 dari Arsenal di semi final.
Read more ...

FA Youth Cup 1960

FA Youth Cup 1960
Skuat Chelsea muda yang diperkuat oleh legenda Peter Bonetti dan Bobby Tambling (gambar di atas) meraih trofi ini dengan delapan kali kemenangan beruntun dari 10 laga serta mencetak 46 gol dan hanya kebobolan empat.
Bert Murray menjadi pencetak gol di leg pertama di final menghadapi Preston North End di Stamford Bridge. Laga itu berakhir 1-1. Tambling berkomentar: “ketika kami mencapai final, aku rasa kami tidak senang secara berlebihan dan ketika kami bermain imbang 1-1 di kandang, kami merasa peluang kami sudah tertutup.”
Namun, pemain 19 tahun itu mencetak hattrik di leg kedua di Deepdale, dan memberikan kemenangan 4-1, dengan agregat 5-2.
Selain Bonetti dan Tambling, anggota skuat yang nantinya naik ke skuat utama adalah Gordon Bolland, yang mengemas 15 umpan silang sukses dari 10 laga di piala liga ini. Ia segera mendapat kontrak profesional setelah turnamen ini, namun sayang jarang dimainkan dan sering mendapat cedera. Ia hanya bermain dua kali di tim utama dan kemudian dilepas klub pada 1962.
Bolland mencetak masing-masing empat gol di dua babak pertama ketika Chelsea menghancurkan West Thurrock Athletic dengan skor 10-0 dan Colchester United dengan 9-1. Kita sempat meraih hasil imbang 0-0 di babak ketiga saat berhadapan dengan Ford United, namun di laga ulang di Stamford Bridge, Colin Shaw mencetak empat gol dan Bolland tiga gol untuk memastikan kemenangan 11-0 kita. Di semifinal kita menghadapi Bristol City dan menang 3-0. Di leg pertama babak final kita kembali meraih hasil imbang, namun Tambling dan kawan-kawan berhasil memastikan gelar juara di leg kedua, gelar Youth Cup pertama kita.

Read more ...

Wednesday, 23 August 2017

Piala Full Members 1989/90

Piala Full Members 1989/90
The Blues berhasil meraih  Piala Full Members 1990 setelah menang 1-0 dari Middlesbrough di Wembley. Tony Dorigo mencetak satu-satunya gol di laga itu lewat sebuah tendangan bebas brilian.
Chelsea yang saat itu diasuh oleh Bobby Campbell menghadapi laga itu dengan penuh percaya diri setelah menang 1-0 dari Arsenal di pekan sebelumnya. Kita pun menjadi favorit di laga itu karena Middlesbrough hanya bercokol di Divisi Dua versi lama pada saat itu.
Kapten Peter Nicholas melakukan tekel brilian untuk mencegah tendangan striker the Boro Bernie Slaven yang nyaris membuat mereka unggul. Dan pasukan Colin Todd itu harus kebobolan setelah Dorigo mengirim sebuah tendangan bebas melengkung menggunakan kaki kiri ke sudut atas gawang di menit 26. Gol itu membuat para pendukung Chelsea bersorak kegirangan.
Format kompetisi pada saat itu sedikit berubah dari saat pertama kali kita maju ke final, dengan adanya fase gugur dan bukannya liga kecil. Tim yang memasuki kompetisi itu dibagi ke dalam dua bagian yaitu Utara dan Selatan, di mana tim teratas dari setiap kategori akan bertemu di final.
Alan Dickens mencetak hattrik saat kita mengatasi pasukan Harry Redknapp Bournemouth lewat babak perpanjangan waktu di babak kedua dan menang 3-2. Kemudian West Ham kita kalahkan 4-3 di Stamford Bridge sebelum Natal dalam sebuah laga derbi London yang menegangkan.
Sebuah gol dari Kerry Dixon dan dua gol Kevin Wilson mengunci kemenangan 3-2 kita atas Ipswich di perempat final, dan sudah ditunggu Crystal Palace di semi final.
Di leg pertama di Selhurst Park, dua gol dalam waktu tiga menit – tendangan voli Dixon dan tendangan Wilson – membuat kita mengendalikan laga dan di leg kedua di Stamford Bridge, kita menang 2-0 dan memastikan langkah kita ke Wembley.
Read more ...

Juara Divisi Dua 1988/89

Juara Divisi Dua 1988/89
Pada musim 1988/89 the Blues berhasil kembali ke divisi utama setelah menjuarai Divisi Dua dengan selisih 17 poin dari Manchester City.
Manajer Bobby Campbell merekrut dua pemain penting, Graham Roberts dan Peter Nicholas, serta menunjuk Ian Porterfield sebagai asistennya. Namun musim ini dimulai dengan buruk setelah Kerry Dixon dan Tony Dorigo cedera dan the Blues kalah 2-1 oleh Blackburn di kandang.
Kemenangan pertama baru diraih di laga ketujuh, di kandang Leeds, yang mengawali rententan 16 kemenangan kita dari 18 laga yang dimainkna.
Dengan pertahanan yang kuat yang dipimpin oleh Roberts, penyerang kita bisa lebih percaya diri dalam menyerang gawang lawan. Dixon, Kevin Wilson dan Gordon Durie menjadi pencetak skor reguler kita.
Kita mencetak empat gol ke gawang Oldham dan lima gol ke gawang Plymouth. Durie bahkan mencetak lima gol saat kita menang 7-0 di Walsall.
Pada Februari, the Blues dan Manchester City mulai menjauh dari rival-rivalnya dan ketika kedua tim bertemu di Maine Road pada bulan Maret, laga itu menjadi laga penentu juara.
Ribuan pendukung Chelsea pergi ke utara dan menjadi perjalanan yang pantas dikenang setelah melihat performa tim yang unggul 3-0 lewat gol-gol dari Dixon, Wilson, dan Dorigo. Tim tuan rumah bisa mencetak dua gol di penghujung laga, namun kita mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir dibunyikan.
Dixon kemudian mencetak empat gol saat kita menang 5-3 atas Barnsley, namun setelah itu rentetan kemenangan kita terhenti setelah kalah 2-0 di kandang Leicester.
Hasil sebaliknya didapat di Filbert Street. Seminggu kemudian kita memastikan promosi ke divisi utama – sekaligus gelar juara – ketika John Bumstread mencetak satu-satunya gol di laga itu untuk mengalahkan Leeds di Stamford Bridge.
Di hari terakhir di musim itu, pemain muda Graeme Le Saux diberikan kesempatan untuk melakukan debutnya di laga di mana Kevin McAllister mencetak dua gol ketika menang 3-2 atas Portsmouth, sekaligus memastikan kita menjuarai liga dengan raihan 99 poin, rekor baru untuk Divisi Dua.
Read more ...

Piala Full Members 1985/86

Piala Full Members 1985/86
David Speedie mencetak hattrik dan Colin Lee mencetak dua gol saat kita mengalahkan Manchester City dengan skor 5-4 dalam final perdana Piala Full Members.
Piala Full Members diciptakan setelah terjadinya bencana Heysel Stadium pada 1985, yang membuat klub-klub Inggris dilarang bermain di kompetisi Eropa. Turnamen ini bisa diikuti oleh tim-tim yang berlaga di dua divisi teratas liga Inggris. Namun pada 1985/86, tim yang seharusnya bermain di Eropa juga ambil bagian di Football League Super Cup.
Sebanyak 70.000 orang memadati Wembley untuk menonton laga kontra City, yang 60.000 di antaranya mendukung pasukan John Hollins.
Secara mengejutkan, kedua tim sudah bertemu di liga sehari sebelum laga itu dilangsungkan, di mana Colin Pates mencetak satu-satunya gol  yang membuat kita menang di Southampton, sementara City bermain imbang 2-2 dengan rivalnya, Manchester United.
Setelah mengalami cedera di the Dell, Kerry Dixon tidak bisa bermain di final, dan digantikan oleh Lee yang berpasangan dengan Speedie. Duo ini terbukti memberikan ancaman serius bagi City.
Namun City, yang dimanajeri oleh Billy McNeill, yang unggul lebih dulu di menit 10. Namun Speedie dan Lee berhasil membalikkan keadaan sebelum turun minum.
Chelsea berhasil mencetak tiga gol lagi di babak kedua dan membuat kedudukan menjadi 5-1. Namun, dalam waktu lima menit, City mampu mencetak tiga gol dan membuat kedudukan menjadi 5-4. Beruntung, the Blues mampu mempertahankan keunggulannya dan pada akhirnya Pates berhasil mengangkat trofi juara.
Perjalanan kita ke final cukup mulus, dengan menang mudah atas Portsmouth dan Charlton. Setelah itu kita imbang 2-2 di West Brom. Di semi final, kita menghadapi Oxford United di dua laga untuk memperebutkan tempat di final.
Kerry Dixon menjadi pahlawan di leg pertama, setelah mencetak hattrik di Manor Ground dalam laga yang kita menangi dengan skor 4-1. Saat Oxford bertandang ke Stamford Bridge, kita menang 1-0 dan maju ke Wembley.
Read more ...

Juara Divisi Dua 1983/84

Juara Divisi Dua 1983/84
Pasukan John Neal kembali ke Divisi Satu setelah menjuarai Divisi Dua pada 1983/84 dengan menang selisih gol dari Sheffield Wednesday.
Setelah finish di papan bawah pada musim sebelumnya, Neal memperbaiki skuatnya dengan baik.
Tim menjadi lebih kuat dengan kedatangan kiper Eddie Niedzwiecki, bek Joe McLaughlin, gelandang Nigel Spackman, pemain sayap Pat Nevin, dan striker Kerry Dixon.
Spackman dan Dixon mencetak gol di laga pembuka saat menang 5-0 dari Derby, dan seminggu kemudian mencetak dua gol dan menang 2-1 di kandang Brighton. Hingga akhir November, kita hanya menelan sekali kekalahan, dari Sheffield Wednesday.
Dixon, Nevin, dan David Speedie terbukti menjadi ancaman besar, sementara Paul Canoville dan John Bumstead juga ikut menyumbang beberapa gol.
Pada Januari, Neal memutuskan untuk memainkan Colin Lee sebagai bek kanan, menggantikan John Hollins yang pindah ke Derby. Keputusan ini terbukti jitu dengan kemenangan 2-1. Sepekan kemudian, di depan 35.000 penonton di Stamford Bridge, Micky Thomas mencetak dua gol untuk memenangkan kita 3-2 dari Sheffield Wednesday.
Nevin terus bermain produktif, salah satunya dengan mencetak lima gol dalam enam laga – termasuk satu-satunya gol saat melawan Crystal Palace – selama Maret dan April.
Kita punya kesempatan untuk menyegel promosi di kandang Portsmouth namun setelah unggul 2-0, kita hanya bisa membawa pulang satu poin. Empat hari kemudian, Kerry Dixon mencetak hattrik – dengan kaki kiri, kanan kanan, dan sundulan – saat menghancurkan Leeds dengan skor 5-0.
Sheffield Wednesday menjadi favorit juara pada saat itu, dan masih unggul lima poin dengan sisa tiga laga lagi, namun setelah mereka hanya meraih satu poin dari dua laga, sementara kita meraih hasil maksimal setelah mengalahkan Manchester City dan Barnsley, the Blueslah yang diunggulkan di laga terakhir, tandang di Grimsby.
Lebih dari 10.000 penonton Chelsea pergi ke utara, dan bukan untuk pertama kalinya kombinasi Nevin-Dixon  menjadi penentu kemenangan. Umpan silang pemain sayap itu berhasil ditanduk sang striker untuk mengunci kemenangan. Sheffield Wednesday juga menang, namun dengan selisih gol yang lebih superior, the Blues berhasil menyabet gelar juara.
Read more ...

Tuesday, 22 August 2017

Piala FA Community Shield 2009

Piala FA Community Shield 2009
Setelah mengalahkan Everton 2-1 di final Piala FA pada Mei, kami menghadapi juara liga, Manchester United, padaFA Community Shield 2009 di Wembley.
Dalam pertandingan yang menarik itu, Nani memberikan Man United keunggulan di awal laga dengan tendangan keras dari luar kotak penalti, sebelum Ricardo Carvalho menyamakan kedudukan bagi kami tujuh menit memasuki babak kedua.
Tak lama kemudian kami meraih keunggulan setelah Didier Drogba melewati pertahanan lawan dan kemudian memberikan umpan kepada Frank Lampard, yang tidak terjaga. Lampard kemudian melepaskan tendangan keras melewati Ben Foster.
Dengan waktu semakin sedikit dan pertandingan sepertinya akan kami menangkan, Wayne Rooney mendapatkan umpan dari Ryan Giggs di menit ke-92 dan dengan tenang mengangkat bola melewati Petr Cech dan membuat pertandingan dilanjutkan dengan adu penalti.
Lampard sukses mengeksekusi penalti pertama kami, sebelum Cech melakukan penyelamatan dari tendangan Giggs. Michael Ballack dan Drogba juga mencetak gol, dan sementara Carrick mencetak gol untuk United, tendangan Patrice Evra bisa dengan mudah digagalkan. Salomon Kalou melakukan tendangan penentuan dan dengan tenang mengarahkan bola ke pojok atas gawang, memberikan manajer baru kami, Carlo Ancelotti, meraih trofi pertamanya di sepakbola Inggris.
Read more ...

Piala FA Community Shield 2005

Piala FA Community Shield 2005
Setelah meraih gelar juara liga beberapa bulan sebelumnya, kami menghadapi Arsenal di turnamen pembuka musim ini menyusul kemenangan The Gunners di final Piala FA atas Manchester United di Millennium Stadium.
Bek kiri Asier Del Horno membuat debut penuhnya untuk The Blues, dan pemain asal Spanyol itu memberikan umpan bagi Didier Drogba untuk membuka keunggulan kami di menit kedelapan.
Di pertandingan yang minim peluang ini, Drogba menjadi sosok pembeda antara kedua tim, dan sang striker menggandakan keunggulan kami dengan gol keduanya di menit ke-58.
Namun Arsenal mampu kembali melihat peluang untuk bangkit empat menit kemudian ketika Cesc Fabregas mencetak gol dari umpan silang Freddie Ljungberg.
Kedua tim memiliki beberapa peluang di akhir pertandingan, Thierry Henry membuang kesempatan emas untuk menyamakan kedudukan tetapi para pemain Mourinho mampu mengakhiri pertandingan dan mengangkat trofi pertama di musim itu.
Read more ...

Piala FA Charity Shield 2000

Piala FA Charity Shield 2000
Kemenangan kami di final Piala FA atas Aston Villa membuat kami harus berhadapan dengan juara Premier League, Manchester United, di Charity Shield di awal musim 2000/01. Memulai pertandingan sebagai underdog, kami berhasil menang mudah 2-0.
Chelsea mendominasi laga sejak menit awal dan nyaris mencetak gol ketika pemain debutan Mario Stanic menyambut umpan silang Gianfranco Zola dengan kepalanya.
Pemain baru kami seharga £15 juta, Jimmy Floyd Hasselbaink, membawa kami unggul di tengah babak pertama setelah ia memanfaatkan sundulan Gustavo Poyet untuk menjebol gawang Fabien Barthez.
Man United tidak pernah terlihat benar-benar membahayakan, dan ketika Roy Keane dikeluarkan wasit karena tekel telat terhadap Poyet, pertandingan ini terlihat menjadi milik tim asuhan Gianluca Vialli.
Pemain Belanda lainnya, Mario Melchiot, lah yang mencetak gol kedua setelah menusuk dari sisi kanan sebelum melepaskan tendangan ke pojok bawah gawang dari luar kotak penalti.
Seperti halnya Hasselbaink dan Stanic, Eidur Gudjohnsen juga tampil untuk pertama kalinya di laga ini, menggantikan Zola di menit 73.
Read more ...
Designed By VungTauZ.Com